Saya ingin membagi ilmu tentang demam. Bukan, bukan dari milis
sebelah. Bukan, bukan pula dari info kiri ataupun kanan. Bukan, bukan
pula dari aliran tertentu yang mengajarkan harus begini atau begitu.
Info ini saya dapat dari guideline yang terpercaya, misalnya Mayo
Clinic, AAP, Web Sehat. Silahkan main kesana untuk lebih jelasnya.
Saya share info ini karena belakangan ini banyak email yang membahas
mengenai demam ataupun penyakit lain yang disertai dengan demam
(misalnya batuk pilek) dan sayangnya info yang ada ternyata
sepotong-sepotong. Baik info yang beredar maupun info yang ditangkap
masing-masing individu. Nah...karena infonya ga lengkap, akhirnya jadi
salah.
Seakan-akan milis inilah yang mengajarkan mengenai aturan kesehatan.
Bukan, bukan milis yang mengajarkan. Tapi milis ini adalah SALAH SATU
SARANA untuk membagi ilmu yang sudah diperoleh, tentu dari sumber yang
dapat dipercaya.
OK, tentang demam ya....
Di dalam tubuh kita, ada suatu mekanisme yang berfungsi untuk mengatur
suhu badan secara konstan, dimana suhu konstan tersebut berada antara
37+/- 1 C. Jadi suhu badan normal adalah antara 36 - 38 C.
Kapan seorang anak dikatakan demam?
Seorang anak dikatakan demam bila suhu badannya berada di atas 38,5 C.
Pengukuran suhu dilakukan dengan menggunakan termometer ya...jangan
dirasa dengan tangan, karena tangan kan ga ada alat pengukur berapa
derajatnya...
Nah, ngukur suhu badan dengan termometer bisa di daerah rektal (dubur)
yang paling dekat dengan suhu tubuh sebenarnya maupun di mulut atau
ketiak.
Kenapa kok timbul demam?
Demam timbul merupakan mekanisme tubuh yang timbul untuk "memerangi"
musuh yang masuk ke dalam tubuh anak. Musuh yang masuk bisa berupa
virus, bakteri atau parasit. Demam juga bisa disebabkan karena radang.
Kalau datang musuh2 tersebut, mekanisme tubuh mulai berfungsi,
menaikkan suhu badan tersebut dan timbul demam.
Pada saat demam, fungsi "perang" tubuh bekerja dengan baik
dibandingkan dengan suhu biasa. Demam mengundang lebih banyak leukosit
dan meningkatkan aktivitas agar pertumbuhan musuh dihambat.
Oleh karena itu, demam BUKAN PENYAKIT, tapi merupakan tanda bahwa ada
yang sedang diperangi oleh tubuh. Jadi JANGAN OBATI DEMAM, tapi OBATI
PENYAKITNYA. Jadi, cari sumbernya yang menyebabkan demam.
Apa efek samping demam?
Demam punya efek samping :
1. Kemungkinan dehidrasi, karena saat demam lebih banyak penguapan
cairan dari badan. Kalau terlalu banyak yang menguap maka bisa
kekurangan cairan. Makanya pada anak demam harus diperbanyak dan
dipersering pemberian cairan (air putih, susu, jus, sup, dll)
2. Kejang Demam. Jarang terjadi. Kejang demam tidak berbahaya (yang
bahaya kejang tanpa demam).
Demam pada bayi dan anak biasanya disebabkan VIRUS, misalnya demam
waktu sariawan, demam waktu batuk pilek, demam pada waktu diare, bisa
langsung ketahuan. Itu pasti VIRUS.
Demam yang disebabkan oleh bakteri pada anak, yang paling sering
justru ISK (Infeksi Saluran Kemih). ISK ini ketahuan bila anak demam
selama 72 jam tidak turun2 tanpa gejala batuk pilek, dengan cara cek
kultur urin.
Bagaimana cara untuk menurunkan demam?
Demam tidak akan turun kalau sumbernya belum diatasi. Jadi demam tidak
akan turun kalau badan belum berhasil memerangi virus dalam tubuh.
Demam bisa diturunkan sedikit, tapi karena sumbernya belum tuntas
hilang, biasanya demam timbul lagi. Jangan panik, karena itu memang
mekanisme badan buat memerangi penyakit.
Ada obat buat menurunkan demam?
Ada. Tapi obat ini bukan untuk menghilangkan demam. Ingat ya, kalau
sumbernya masih ada, demam pasti juga masih akan timbul. Obat
berfungsi untuk menurunkan demam sedikit dan memberi rasa nyaman pada
anak.
Jadi wajar kalau setelah diberi obat penurun demam kok demamnya naik
lagi, kan sumbernya masih ada.
O iya, obat penurun demam diberikan bila anak suhunya sudah diatas
38,5 C ya... Dengan catatan, bila anaknya masih lincah walaupun sudah
39 C ya obatnya ga perlu dikasih, tapi walaupun masih 38,5 ternyata
loyo dan kelihatan sakit sekali (menahan nyeri) ya berikan obatnya.
Intinya adalah lihat kondisi keseluruhan anak, jangan terpaku pada
suhu tubuh saja.
Berdasarkan golongan obat untuk demam, ada urutannya yaitu :
1. Parasetamol atau Asetaminofen. Ini adalah obat penurun demam YANG
PALING AMAN. Parasetamol diberikan dengan dosis 10-15 mg per kg BB
(Berat Badan) anak. Jadi misalnya anak beratnya 10 kg, berikan
parasetamol sebanyak 100 - 150 mg. Contoh, tempra drop (bukan promosi
tempra ya...) tiap 0,8 cc mengandung 80 mg parasetamol. Jadi bila
bayinya berat 10 kg (like my son), berikan tempra sebanyak 1 cc.
Usahakan pemberian parasetamol ini tidak over dosis, karena walaupun
aman, parasetamol ini punya efek samping ke hati. (nah...yang aman aja
punya efek samping, apalagi yang ga aman yaaa....)
2. Ibuprofen. Ini juga tergolong obat penurun demam yang AMAN. Namun
obat jenis ini tidak boleh diberikan pada penyakit seperti Demam
Berdarah. Kenapa? Obat ini bisa menyebabkan iritasi lambung,
pendarahan saluran cerna, nah...pada pasien DB yang terjadi penipisan
saluran darah, bisa menyebabkan komplikasi, bisa BAHAYA. Jadi
sebenarnya, tetap lebih baik pakai parasetamol. O iya, salah satu
contoh Ibuprofen adalah Proris.
Jangan pernah menggunakan parasetamol dan ibuprofen secara
bersama-sama, dimana diminum secara bergantian. Karena tidak ada
keuntungannya. Lebih baik satu jenis saja.
3. Asetosal. Tidak boleh digunakan pada anak-anak dibawah 16 tahun.
Buat anak2 aja ga boleh, apalagi bayi! Karena dapat menyebabkan
iritasi lambung dan Reye Sindrom. Lebih baik tidak menggunakan jenis
ini. Contohnya aspilet, aspirin.
4. Metamizole. Dapat menyebabkan alergi. Contoh novalgin. Jangan
berikan jenis ini pada anak.
Bagaimana cara menangani demam?
1. Minum yang banyak. Tadi sudah dibilang, demam dapat menyebabkan
kemungkinan dehidrasi. Jadi berikan banyak cairan pada anak bila
demam. Jenisnya terserah. Kalo masih mau makan, lebih bagus lagi.
2. Kompres dengan air hangat, ada yang bahkan rendam dengan air
hangat. Jangan air dingin ya... Soalnya kalau air dingin, otak mengira
suhu di luar dingin maka tubuh diperintah harus menaikkan suhu tubuh,
jadi malahan tambah panas.
3. Beri obat penurun panas. jangan lupa ya, lihat kondisi keseluruhan
anak, jangan hanya berpatokan pada suhu. Tingginya suhu badan tidak
menandakan parahnya kondisi badan.
Inget nih, kapan harus ke dokter?
Kalau bayi kurang dari 3 bulan suhunya 38C atau lebih
Bayi umur 3-6 bulan suhu 38,3C atau lebih
Bayi atau anak lebih dari 6 bulan suhu 40C atau lebih
Tidak mau minum / kecurigaan dehidrasi
Tidur terus menerus (lemas / letargi)
Sesak nafas
Kejang
Setelah selesai membaca ini semua, tekankan satu hal. JANGAN PANIK!!!!
Karena sebetulnya, yang menjadi bikin repot adalah PANIK yang sudah
menguasai, baik ibunya, bapaknya, kakek neneknya, yaa...semua.
Penanganan anak tidak boleh sambil panik. karena kalau kita panik,
otak ga jalan.
Ilmu jadi lupa semua, kita ga bisa tenang dan berpikir logis.
Akhirnya kabur ke dokter dengan "oleh-oleh" obat yang sebetulnya
mungkin tidak diperlukan anak.
Malahan bikin lebih parah...
Kalau ada yang masih kurang atau ada yang salah, tolong dikoreksi....
Kurnia. S
No comments:
Post a Comment